Kolesterol Tinggi Picu Gangguan Pendengaran

Pola makan tinggi lemak dan kurang olahraga bisa menyebabkan kadar kolesterol jahat meningkat yang bisa berujung pada penyumbatan pembuluh darah. Bahaya lainnya adalah penyumbatan pada telinga.

Sebuah penelitian menunjukkan orang yang menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) mereka dengan obat golongan statin atau pun mengonsumsi sumber lemak sehat berhasil menurunkan risiko mereka kehilangan pendengaran hingga 50 persen.

Lantas, bagaimana kolesterol bisa berpengaruh pada indera pendengaran? Kolesterol akan membuat darah menjadi lebih kental sehingga terjadi gangguan pada sirkulasi darah di bagian dalam sistem auditori yang sangat kecil dan kompleks. Hal ini terlihat pada binatang babi.

Para peneliti dari Australia mengatakan kolesterol jahat akan mengurangi aliran darah, termasuk ke bagian telinga sehingga mereka tidak bisa berfungsi normal.

Untuk itu para ahli menyarankan agar kita menjaga kadar kolesterol jahat dalam tubuh masih dalam batas normal. Para ahli masih mrekomendasikan olahraga ringan 30 menit setiap hari untuk memiliki badan yang sehat.

021 40967490

Hipertensi dan Kolesterol Tinggi Picu Pikun

Hipertensi dan Kolesterol Tinggi Picu Pikun

Studi teranyar menemukan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kolesterol tinggi

KOLESTEROL

bukan cuma bisa menyebabkan penyakit jantung tapi juga kepikunan dan gangguan kognitif lainnya.

Hasil riset yang akan dipresentasikan dalam American Academy of Neurology bulan April 2011 itu melibatkan 3.486 pria dan 1.314 wanita berusia rata-rata 55 tahun.

“Kami menemukan risiko penyakit kardiovaskular di usia pertengahan berkaitan erat dengan menurunnya fungsi kognitif,” kata Sara Kaffashian, peneliti dari Paris.

Dalam risetnya ia memberikan tes kognitif pada seluruh responden selama 10 tahun periode studi. Tes yang dilakukan meliputi kemampuan daya ingat, kemahiran mengeja serta kosa kata berbahasa. Lalu tiap individu dinilai dengan skor risiko Framinghman.

HIPERTENSI

Skor Framinghman merupakan riset yang dilakukan pemerintah untuk memprediksi risiko kardiovaskular seseorang dalam 10 tahun berdasarkan usia, jenis kelamin, kolesterol, total kolesterol, tekanan darah dan kebiasan merokok atau penyakit diabetes.

Skor kemampuan kognitif yang rendah ternyata akan meningkatkan risiko penyakit jantung 10 kali lebih tinggi dan penurunan fungsi kognitif pada pria dan wanita.

“Hasil penelitian ini penting dilihat dari sisi pencegahan karena orang yang berusia pertengahan masih bisa meningkatkan kesehatan kardiovaskular mereka untuk mencegah penyakit demensia di usia lanjut,” kata Kaffashian.

Upaya pencegahan dilakukan dengan modifikasi perilaku, yakni berhenti merokok, berolahraga teratur dan menjaga pola makan.

0878 8688 8271

Transfer Factor Terhadap Hipertensi dan Kolesterol

Kolesterol Tinggi Picu Kematian Mendadak

Mentang-mentang masih muda banyak orang yang lantas tak peduli dengan makanan yang diasup. Padahal mungkin tanpa disadari kadar kolesterol jahat dalam darah sudah tinggi. Maka dari itu, jangan segan melakukan cek kolesterol.

Kolesterol merupakan molekul sejenis lemak dalam aliran darah. Dalam kadar normal atau kurang dari dari 200 mg/dl, kolesterol adalah sahabat bagi sistem tubuh. “Kolesterol diperlukan untuk membentuk membran sel, membentuk hormon, juga sumber energi,” kata dr.P.Tedjasukamana, Sp.JP, ahli jantung.

Ia menjelaskan, ada dua jenis kolesterol, yakni low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal sebagai kolesterol jahat. LDL berfungsi mengalirkan kolesterol ke seluruh tubuh. Kelebihan LDL menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri.

Sementara itu jenis lemak lain adalah high density lipoprotein (HDL), yang memiliki fungsi berlawanan dengan LDL.

“HDL atau kolesterol baik ini berfungsi membuang kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dan mencegah penumpukan,” kata dr.Tedja dalam acara media edukasi bertajuk Kolesterol Jahat Membunuh Kapan Saja yang diadakan oleh Pfizer di Jakarta (1/7).

Kadar LDL yang berlebih (lebih dari 130 mg/dl) akan menyebabkan penumpukan di pembuluh darah lama kelamaan akan menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya adalah serangan jantung atau stroke.

Kematian mendadak akibat serangan jantung ini harus diwaspadai karena angkanya terus meningkat. “Jantung koroner merupakan penyakit pembunuh yang paling ditakuti. Sekitar 80 persen meninggal secara mendadak,” katanya.

Ada beberapa faktor risiko penyebab kolesterol yang tidak bisa diubah, yakni faktor usia, ada riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga, dan jenis kelamin. Pria beresiko tinggi menderita penyakit jantung koroner, namun risikonya sama pada wanita yang sudah menopause.

Gaya hidup merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Konsumsi makanan tinggi lemak, kurang berolahraga, serta merokok, memicu naiknya kadar kolesterol.

“Makanan yang tinggi lemak dan kolesterol yang kita asup akan menambah jumlah kolesterol dari hati. Karena itu batasi jumlah kalori yang diasup sesuai kebutuhan energi kita,” kata dr.Endang Darmoutomo, Sp.GK, dalam kesempatan yang sama.

Makanan sumber kolesterol antara lain telur, udang, jeroan, dada ayam, sirloin steak, dan masih banyak lagi. “Kolesterol hanya dihasilkan oleh sumber protein hewani. Makanan yang tidak mengandung kolesterol pun jika diolah dengan minyak jenuh akan menjadi lemak yang akan diubah menjadi kolesterol,” paparnya.

0878 8688 8271

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hipertensi dan Kolesterol Tinggi Picu Pikun


7 Penyebab Tubuh Kena Kolesterol Tinggi

7 Penyebab Tubuh Kena Kolesterol Tinggi

 Ciri-ciri tubuh memiliki kolesterol tinggi adalah rasa sakit atau pegal di tengkuk kepala bagian belakang hingga pundak, kaki bengkak, mudah capai dan gampang ngantuk. Kenapa bisa punya kolesterol tinggi? Coba cek 7 penyebab kolesterol tinggi berikut ini.

Kadar kolesterol yang tinggi merupakan faktor risikopenyakit jantung dan pembuluh darah. Risiko terburuknya, gumpalan-gumpalan lemak bisa menyumbat aliran darah sehingga bisa memicu kematian akibat serangan jantung atau stroke.

Masalah kolesterol tinggi dialami ratusan juta orang di seluruh dunia. Penyebab utamanya kebanyakan adalah karena makanan. Tapi selain makanan ada penyebab lain yang patut Anda ketahui.

Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, tapi sebenarnya tanpa asupan kolesterol dari luar pun kebutuhannya sudah terpenuhi dengan baik. Karena 80 persen kolesterol dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 persen sisanya dari makanan.

Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan stroke.

Dilansir dari Health.com, Minggu (3/4/2011) tujuh penyebabkolesterol tinggi yang dialami kebanyakan orang adalah:

1. Makanan sehari-hari
Kolesterol umumnya berasal dari lemak hewani seperti daging kambing, meski tidak sedikit yang berasal dari lemak nabati seperti santan dan minyak kelapa. Beberapa makanan yang selama ini diyakini sehat seperti telur, juga banyak mengandung kolesterol.

Makanan yang terlalu banyak lemak jenuh bisa menyebabkan kolesterol tinggi, sehingga disarankan untuk bijak mengonsumsi makanan sehari-hari agar tidak berlebih.

Mulailah menata makanan seperti daging sapi, kambing, susu, telur, mentega dan keju karena mengandung lemak jenuh.

Makanan yang mengandung minyak kelapa, minyak kelapa sawit atau mentega juga memiliki banyak lemak jenuh. Lemak jenuh juga sering didapati pada makanan ringan yang mengandung margarin, yang menggunakan minyak goreng dan kue-kue.

2. Berat badan

Berat badan berlebih tidak hanya mengganggu penampilan tapi lebih banyak efek buruk kesehatannya. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan trigliserida dan menurunkan HDL (kolesterol baik).

3. Kurang bergerak

Tubuh manusia didesain untuk selalu bergerak sehingga sangat dianjurkan untuk banyak bergerak. Coba perhatikan apakah kegiatan Anda lebih banyak duduk atau tidur dan jarang berjalan kaki. Kurang bergerak dapat meningkatkan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik).

4. Umur dan jenis kelamin

Setelah mencapai usia 20 tahun, kadar kolesterol biasanya cenderung naik. Pada pria, kadar kolesterol umumnya terus menerus meningkat setelah usia 50 tahun. Pada wanita, kadar kolesterol tinggal akan turun saat menopause, setelah itu kolesterolnya cenderung tinggi seperti pada pria.

5. Penyakit tertentu

Bisa saja Anda sudah berusaha menjauhi makanan berlemak tapi ternyata kolesterol masih tinggi. Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes atau hipotiroidisme dapat menyebabkan kolesterol tinggi.

6. Sejarah keluarga

Jika salah satu anggota keluarga punya masalah kolesterol tinggi maka berhati-hatilah karena risiko Anda memiliki kolesterol tinggi juga bisa terjadi.

7. Merokok
Merokok dapat menurunkan kolesterol baik Anda sehingga yang beredar di tubuh hanya kolesterol jahat. Kolesterol jahat ini jika jika tidak dikendalikan bisa berakibat fatal.

4Life TF Plus 0878 8688 8271

 

 

Kolesterol Tinggi Picu Kematian Mendadak

Cara Cerdas Menyikapi Kolesterol

Cara Cerdas Menyikapi Kolesterol

kolesterol

Ada yang bilang bahwa seiring dengan semakin baik tingkat ekonomi maka kesempatan untuk makan enak pun semakin besar. Makan enak dapat diartikan dengan makan makanan yang rasanya enak. Tapi istilah makanan enak di kota-kota besar ternyata berupa makanan yang gurih, gorengan, berlemak, serta minim serat.

Semua orang pasti suka makan enak. Namun, jangan sampai kebablasan karena berbahaya bagi kesehatan. Kolesterol yang banyak dikandung makanan enak tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit akibat gangguan pembuluh darah melalui proses penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang disebut dengan aterosklerosis.

Agus (39) baru menyadari bahwa dirinya menderita hiper-kolesterol, istilah untuk kadar kolesterol dalam darah tinggi, setelah memeriksakan darahnya ke laboratorium. Hasil laboratorium menunjukkan angka 249 mg/dL yang termasuk kadar kolesterol tinggi. Ia tidak menyangka di usianya yang relatif masih muda sudah menderita hiper-kolesterol.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa hiperkolesterol merupakan faktor risiko penyebab kematian di usia muda. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2002, tercatat sebanyak 4,4 juta kematian akibat hiperkolesterol atau sebesar 7,9% dari jumlah total kematian di usia muda.

Padahal hiperkolesterol atau hiperlipidemia termasuk faktor risiko utama penyakit gangguan pembuluh darah seperti PJK yang dapat diubah. Jangan tunggu penyakit datang tapi lakukanlah cara untuk memperbaikinya. Tidak cukup cara biasa untuk mengatasi hiperkolesterol, diperlukan cara cerdas untuk menyikapi kolesterol.

4Life TF Advance 0878 8688 8271

7 Penyebab Tubuh Kena Kolesterol Tinggi