Batuk Pertussis

Pertussis (batuk dengan suara keras) adalah infeksi pernapasan yang sangat menular.  Pada tahap lanjut, kondisi ini ditandai dengan batuk yang parah yang diikuti napas yang terdengar memekik. Umumnya kondisi ini meningkat pada anak-anak yang berusia sangat muda dan pada mereka yang belum memiliki imunitas tubuh yang baik dan lengkap.

Gejala

Sekali anda terkena pertussis, akan membutuhkan waktu 3 sampai 12 hari untuk tanda dan gejalanya muncul. Tanda dan gejala biasanya ringan pada tahap awal dan mirip dengan flu biasa:
•    Hidung berair
•    Bersin
•    Mata merah dan berair
•    Demam ringan
•    Sesak napas
•    Batuk kering

Setelah 1 atau 2 minggu, tanda dan gejala akan memburuk. Batuk yang parah dan berkepanjangan dapat:
•    Berdahak
•    Bersuara keras
•    Wajah memerah atau membiru
•    Menyebabkan rasa lelah yang ekstrim
•    Diakhiri dengan suara memekik pada saat bernapas

Penyebab

Pertussis disebabkan oleh bakteri. Ketika seseorang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, maka akan menyebar lewat udara dan menginfeksi siapapun yang berada di dekatnya saat bernapas.

Pada saat berada di dalam tubuh, bakteri melipatgandakan diri dan menghasilkan racun yang mempengaruhi kemampuan saluran pernapasan. Lendir yang tebal akan terbentuk di dalam saluran pernapasan, dan menyebabkan batuk yang tidak terkontrol. Bakteri juga mengakibatkan pembengkakan yang mempersempit saluran pernapasan.

4Life Transfer Factor 0838 9534 1095

 

Bronkitis Akut

 

 

Advertisements

10 Persen Orang Dewasa Menderita Diabetes

Hampir 10 persen orang dewasa di seluruh dunia menderita diabetes. Para pakar kesehatan menyatakan penyakit ini sekarang telah menjadi epidemi global karena jumlah penderitanya terus meningkat.

Kesimpulan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Lancet yang mengikuti tren pasien diabetes (diabetesi) dan bacaan gula darah di 200 negara dan wilayah selama lebih dari tiga dekade.

Hasil studi tersebut memprediksi naiknya biaya kesehatan dan ketidakmampuan fisik abad ini mengingat diabetes akan meningkatkan risiko serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan dan beberapa infeksi.

“Hasil studi ini mengonfirmasikan bahwa diabetes telah menjadi epidemi global. Penyakit ini akan membuat sistem kesehatan di banyak negara kesulitan, terutama di negara miskin dan berkembang,” kata Frank Hu, ahli epidemiologi dari Harvard’s School of Public Health.

Di seluruh dunia, prevalensi diabetes pada pria berusia di atas 25 tahun naik dari 8,3 persen di tahun 1980 menjadi 9,8 persen di tahun 2008. Pada wanita, angkanya naik dari 7,5 persen menjadi 9,2 persen.

“Hasil penelitian ini mungkin salah satu yang menentukan kesehatan global dalam dekade mendatang. Kita menghadapi bahaya yang sangat besar. Selain fakta penyakit yang akan ditimbulkan oleh diabetes, saat ini kita tidak memiliki terapi yang baik untuk penyakit ini,” kata Majid Ezzati, ketua penelitian.

Dalam penelitian tersebut diketahui diabetes paling banyak ditemui di kepulauan Pasifik Selatan atau Oceania, dimana terjadi ledakan populasi obesitas dan juga kecenderungan genetik diabetes. Prevalensi diabetes di wilayah tersebut mencapai 25 persen pada pria dan 32 persen pada wanita.

Kenaikan diabetesi juga ditemukan di negara teluk, misalnya saja Saudi Arabia yang berada di urutan ke-3, Jordania di urutan 8 dan Kuwait di urutan 10 untuk penderita diabetes pria pada tahun 2008.

Di negara-negara makmur, Amerika Serikat memiliki kenaikan paling tinggi dalam tiga dekade terakhir untuk jumlah diabetesi pria dan urutan kedua untuk wanita setelah Spanyol. Pada tahun 2008, 12,6 persen pria AS dan 9,1 wanita menderita penyakit ini.

Sementara itu Cina dan India merupakan negara yang akan menanggung akibat dari kenaikan diabetesi. Jika digabungkan, ada 40 persen diabetesi di negara tersebut saat ini. Sebagai perbandingan, 10 persen dari total hidup di AS dan Rusia.

Jika penyebab diabetes di negara makmur terjadi karena peningkatan jumlah orang obesitas, maka di negara berkembang lebih banyak disebabkan karena penduduknya memiliki gaya hidup sedentari alias jarang bergerak.

Infeksi Human Papilloma Virus (HPV)

Infeksi HPV menyebabkan kutil. Ada lebih dari 100 varietas human papillomavirus (HPV). Berbagai jenis infeksi HPV dapat menyebabkan kutil di berbagai bagian tubuh.

Beberapa jenis infeksi HPV menyebabkan kutil pada kaki, sementara varietas lain infeksi HPV menyebabkan kutil yang paling sering terjadi pada tangan seseorang atau wajah.

Ada lebih dari 40 jenis HPV berbeda yang secara khusus mempengaruhi daerah genital. Kebanyakan infeksi HPV tidak menyebabkan kanker, tetapi beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker leher rahim.

Gejala

Dalam kebanyakan kasus, sistem kekebalan tubuh mengalahkan infeksi HPV sebelum memiliki kesempatan untuk menciptakan kutil. Ketika kutil tampil, bentuknya dapat bervariasi tergantung pada jenis HPV yang terlibat:

  1. Kutil kelamin dapat muncul sebagai luka yang datar, kecil, berbentuk seperti kembang kol, atau berbentuk seperti tonjolan batang kecil. Pada wanita, kutil kelamin muncul paling sering pada vulva tetapi mungkin juga terjadi di dekat anus, pada leher rahim atau di vagina. Pada pria, kutil kelamin dapat muncul pada penis dan skrotum atau sekitar anus. Kutil kelamin jarang menimbulkan ketidaknyamanan atau rasa sakit.
  2. Kutil umum berbentuk benjolan kasar yang biasanya muncul pada jari tangan atau sekitar kuku. Dalam kebanyakan kasus, kutil umum mengganggu karena bentuknya tetapi juga mungkin menyakitkan atau rentan terhadap cedera atau perdarahan.
  3. Kutil telapak kaki. Kutil telapak kaki biasanya muncul pada tumit atau mata kaki atau daerah kaki yang paling merasakan tekanan. Kutil ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit.
  4. Kutil datar berbentuk datar, sedikit terangkat, dan lebih gelap dari warna kulit biasa. Biasanya muncul pada leher, wajah, tangan, pergelangan tangan, siku atau lutut. Infeksi HPV yang menyebabkan kutil datar biasanya mempengaruhi anak-anak, remaja dan dewasa muda.
  5. Kanker serviks. Kebanyakan kasus kanker serviks disebabkan oleh dua varietas spesifik HPV genital. Kedua jenis HPV biasanya tidak menyebabkan kutil, sehingga perempuan seringkali tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.

Tahap awal kanker serviks biasanya tidak menimbulkan tanda atau gejala. Itulah mengapa penting bagi wanita untuk memiliki tes Pap teratur. Tes ini dapat mendeteksi perubahan prekanker pada serviks yang dapat menyebabkan kanker.

TF Plus 0878 8688 8271

Transfer Factor Untuk Pencegahan Dan Pengobatan

Ortu Sakit Jantung? Anda Berisiko Besar!

Penyakit jantung dan pembuluh darah hingga saat ini masih menjadi masalah serius di dunia termasuk Indonesia. Berdasarkan data World Health Statistic 2009, penyakit jantung dan stroke adalah penyebab utama kematian di dunia.

Prevalensinya pun diperkirakan akan terus meningkat. Bahkan pada 2030 nanti, WHO memperkirakan sekitar 23,6 juta orang akan meninggal akibat penyakit  kardiovaskuler.  Penyakit ini pun telah diproyeksikan bakal terus bertahan sebagai penyebab kematian utama di dunia.

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, penyakit jantung juga menjadi salah satu penyebab utama kematian. Prevalensinya secara nasional mencapai  7,2 persen, namun angkanya diperkirakan akan terus meningkat seiring berubahnya gaya hidup masyarakat.  

Untuk menekan tingginya angka kematian tersebut, masyarakat perlu memahami dan mengenali faktor yang menjadi penyebab munculnya penyakit jantung. Adalah penting untuk dapat mengetahui setiap faktor risiko yang mungkin Anda miliki. Sebagai contoh, jika Anda memiliki orang tua dengan riwayat penyakit jantung, maka Anda berada pada risiko yang lebih tinggi.

Menurut dr. Sari S. Mumpuni Sp.JP, spesialis jantung dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, faktor risiko seorang menderita penyakit jantung koroner dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni faktor yang dapat dimodifikasi dan non modifikasi.

Faktor risiko yang dapat dimodifkasi di antaranya adalah dislipidemia, tekanan darah tinggi, merokok, kencing manis, obesitas, kurang olah raga dan kebiasaan meminum alkohol. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah riwayat penyakit dalam keluarga, usia, jenis kelamin dan ras.

“Namun hal tersebut dapat dikendalikan atau bahkan dihilangkan jika Anda menerapkan pola hidup sehat,” ucapnya, saat media briefing, Kamis, (21/7/2011) silam di Jakarta

Faktor orang tua

Sari menambahkan, faktor risiko seseorang menderita penyakit jantung akan sangat kuat apabila orang tua (ayah) menderita serangan jantung, angioplasti, atau bedah pintas koroner (bypass) pada usia kurang dari 55 tahun, dan ibu mengalami hal serupa saat usia kurang dari 65 tahun.

Upaya pencegahan kata Sari, dapat dilakukan dengan upaya pencegahan primer dan sekunder. Pada prevensi primer, faktor risiko dikontrol atau dikendalikan sebelum timbulnya penyakit kardiovaskular mayor seperti storke, sindroma, koroner akut, dan gagal jantung.

Sedangkan pada upaya pencegahan sekunder, faktor risiko dikendalikan setelah terjadi penyakit kardiovaskuler mayor, untuk mencegah terjadinya serangan berulang.

Faktor lainnya dari penyakit jantung dan kardiovaskular adalah tingginya kadar kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein), yang merupakan penyebab timbulnya kerak lemak yang menempel dan dapat menyumbat pembuluh darah.

“Sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di kota-kota besar, di mana pola makan rendah serat dan tinggi lemak sudah menjadi konsumsi sehari-hari,” jelasnya.

Mengonsumsi secara rutin bahan pangan yang kaya serat, terutama serat larut, terbukti mampu membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini juga baik dalam upaya menjaga agar jantung tetap sehat.

Sari mengimbau, agar setiap orang melakukan pemeriksaan kolesterol sejak mulai usia 20 tahun. “Jika normal, lakukan setiap 5 tahun sekali. Jika tinggi, lakukan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan, dan perubahan pola hidup,” tandasnya.

4Life TF Plus 0878 8688 8271

Transfer Factor Solusi Terbaik Untuk Masalah Kesehatan Anda

Kanker Kulit, Teror dari Sinar Ultraviolet

Deskripsi 
Kanker kulit adalah pertumbuhan sel yang tidak normal di jaringan kulit, umumnya karena banyak tersengat terik matahari atau dampak radiasi ultraviolet (UV). Namun dalam banyak kasus, kanker kulit juga muncul di bagian tubuh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. 

Ada 3 jenis kanker kulit yakni karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa dan melanoma. Karsinoma baik sel basal maupun skuamosa lebih sering ditemukan, sementara melanoma merupakan kanker ganas yang mampu menyebar dengan sangat cepat ke bagian tubuh lainnya. 

Gejala 
Kanker kulit muncul dengan gejala yang bermacam-macam tergantung jenisnya. 

Karsinoma sel basal 

  1. Benjolan bening dan mengkilat
  2. Luka berwarna coklat atau seperti daging yang bentuknya rata

4Life TF Plus 0878 8688 8271

Sakit Kepala Es

Sakit Kepala Es

Deskripsi
Sakit kepala jenis ini dipicu ketika [pnderita makan atau minum sesuatu yang dingin seperti es krim]. Sakit kepala ini berlangsung sesaat.

Meskipun belum diketahui secara pasti pnyebab penyakit ini, para ahli kesehatan menduga rasa sakit disebabkan oleh bahan dingin yang menempel di atas langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan.

Gejala
Gejala antara lain:
* Rasa nyeri di dahi
* Rasa sakit yang memuncak sekitar 30 sampai 60 detik setelah makan makanan dingin
* Sakit jarang tejadi lebih dari lima menit.

4Life TF Plus 0878 8688 8271

KANKER KULIT

Penyakit kanker kulit dewasa ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya terutama di kawasan Amerika, Australia dan Inggris. Berdasarkan beberapa penelitian, mereka orang-orang kulit putih yang lebih banyak menderita jenis kanker kulit ini. Hal tersebut diprediksikan sebagai akibat seringnya mereka terkena (banyak terpajan) cahaya matahari. Di Indonesia penderita kanker kulit terbilang sangat sedikit dibandingkan ke-3 negara tersebut, namun demikian kanker kulit perlu dipahami karena selain menyebabkan kecacatan (merusak penampilan) juga pada stadium lanjut dapat berakibat fatal bagi penderita.

Penyakit Kanker Kulit adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain. Ada tiga jenis kanker kulit yang umumnya sering diderita manusia, diantaranya adalah karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna (MM).

Kanker Kulit Ganas

  • Karsinoma Sel Basal (KSB)

Merupakan jenis penyakit kanker kulit yang paling banyak diderita. Kanker jenis ini tidak mengalami penyebaran (metastasis) kebagian tubuh lainnya, tetapi sel kanker dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit sekitarnya. Warna kulit yang terang dan sering terkena pijaran cahaya matahari keduanya diduga sebagai penyebab Karsinoma Sel Basal. Faktor lain yang juga dapat menjadi penyebab jenis kanker ini adalah system imun tubuh yang lemah (baik dampak penyakit lain atau pengobatan), luka bakar, sinar X-ray.

1. Tanda dan Gejala
Bagian tubuh yang terserang kanker sel basal biasanya wajah, leher dan kulit kepala. Adapun tanda-tanda penyakit kanker berjenis ini adalah benjolan yang agak berkilat, kemerahan dengan pinggir meninggi yang berwarna agak kehitaman, kelainan seperti jaringan parut dan lecet/lika yang tidak sembuh-sembuh.

2. Diagnosa Jenis kanker
Metode tunggal untuk memastikan penyakit kanker sel basal yaitu Dokter akan melakukan pemeriksaan klinis dan histopatologis dengan mengambil sample bagian kulit yang di anggap sebagai jaringan kanker (biopsy) untuk diteliti dibawah mikroskop.

3. Therapy dan Pengobatan
Apabila diagnosa telah ditegakkan secara jelas bahwa penderita mengalami kanker kulit berjenis sel basal, maka tindakan yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau pengangkatan jaringan kulit (kanker) secara komplit, atau dapat pula dengan tindakan penyinaran. Metode lainnya yang juga kerap dilakukan adalah bedah beku, bedah listrik, laser, fotodinamik serta dengan obat-obatan baik yang dioleskan maupun disuntikkan (kemoterapi).

  • Karsinoma Sel Skuamosa (KSS)

Merupakan jenis penyakit kanker kulit yang lebih banyak diderita pria terutama kaum lanjut usia (lansia). Ini adalah jenis kanker kulit dimana terjadi keganasan sel keratinosit epidermis, merupakan kanker kulit ke dua tersering. Penyakit kanker kulit KSS ini dapat menyebar kebagian tubuh yang lain, umumnya diderita mereka yang berada diwilayah tropik.

Seperti halnya penyakit KSB, kanker kulit jenis ini juga diduga akibat sinar matahari (dominannya), Imun tubuh yang lemah, virus, bahan-bahan kimia dan jaringan parut juga dapat menimbulkan penyekit ini. Adapun tanda dan gejalanya ialah mempunyai kelainan berupa benjolan-benjolan atau luka yang tidak sembuh-sembuh. Diagnosa ditegakkan dengan metode yang sama pada KSB, begitupun tindakan therapy dan pengobatan cenderung sama dengan kanker sel basal.

  • Melanoma Maligna (MM)

Ini adalah jenis penyakit kanker kulit yang paling ganas dan berpotensi mematikan. Di Amerika, didapatkan data enam dari tujuh penderita kanker ini meninggal dunia. Dan jumlah orang yang terserang meningkat dari tahun ke tahun. Melanoma Maligna bisa berkembang dari tahi lalat timbul yang sudah ada atau yang baru muncul.

1. Tanda dan Gejala
Informasi ini sangat penting sekali bagi meraka yang memiliki tahi lalat yang kemudian mengalami perubahan baik warna, ukuran maupun bentuknya, Tahi lalat terkadang terasa gatal dan bila digaruk mengeluarkan darah. Sel kanker ini tumbuh dari melanosit, yaitu sel kulit yang berfungsi menghasilkan zat warna melanin.

Kanker ini dicirikan dengan ABCD, yaitu A= Asimetrik, bentuknya tak beraturan. B= Border atau pinggirannya juga tidak rata. C= Color atau warnanya yang bervariasi dari satu area ke area lainnya. Bisa kecoklatan sampai hitam. Bahkan dalam kasus tertentu ditemukan berwarna putih, merah dan biru. D= Diameternya lebih besar dari 6 mm.

2. Diagnosa Melanoma Maligna
Penegakan diagnosa pada kasus penyakit kanker kulit jenis ini sama halnya dengan kedua jenis kanker kulit di atas (KSB dan KSS), yaitu dilakukannya tindakan biopsy untuk pemeriksaan dibawah mikroskop.

Satu-satunya produk yang berfungsi mendidik, meningkatkan, dan menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh kita!! 0878 8688 8271

Bagaimana Transfer Factor Bekerja Di Dalam Tubuh Kita